Anies: Corona Tersebar Hampir di Semua Kecamatan, Kalau Kita Anggap Aman, Terus Rileks Aja, Bagaimana? 

Sabtu, 14 Maret 2020 | 02:11:40 WIB
Sebaran corona di Jakarta yang disebutkan Anies merata ditemukan di hampir seluruh kecamatan di DKI Jakarta.Foto: detik.com

JAKARTA (RIAUSKY.COM)- Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan mengatakan keputusannya untuk merilis peta sebaran Corona Covid-19 di Ibu Kota bukan untuk membuat warga panik.

Menurut Anies, Pemprov DKI ingin membuat warga sadar bahwa Jakarta saat ini sedang berada dalam situasi tidak sepenuhnya normal. Maka itu, diperlukan sikap hati-hati.

"Saya menyampaikan ini jangan untuk panik. Bukan untuk panik. Tidak perlu panik," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat, 13 Maret 2020.

Anies menyampaikan, dengan adanya peta, warga, setidaknya bisa mengetahui titik-titik yang rentan corona. Dalam peta yang disediakan, ada titik merah yang berarti terdapat pasien positif corona. Lalu, titik kuning yang berarti terdapat suspect corona.

"Ini kami sampaikan sebagai gambaran bahwa kalau kita tahu, maka kita berhati-hati," ujar Anies.

Anies juga menambahkan, ia tak ingin warga Ibu Kota merasa aman-aman saja. Harus diakui virus yang berasal dari Wuhan, China itu, sudah dikonfirmasi ada di Jakarta. 

Warga harus lebih mengambil sikap hati-hati sehingga diharapkan tak menambah lonjakan Corona di Jakarta.

"Kalau kita menganggap, 'oh, aman semua, rileks saja', kemudian berkegiatan seperti biasa, ya (dampaknya) seperti banyak negara lain yang rileks itu. Nanti kita akan mengalami lonjakan (jumlah pasien positif) yang tinggi," ujar Anies.

Sebelumnya, Anies menyampaikan perkembangan penanganan virus Corona di Ibu Kota. Ia menyebut dari data Pemprov DKI terkait Corona sudah ada di hampir semua kecamatan.

Menurut Anies, Pemprov DKI sudah melakukan pemetaan sebagai mitigasi atas Corona yang penyebarannya begitu cepat.

"Dari gambaran ini sudah terbayang teman-teman. Bahwa kita, hampir semua kecamatan, ada kasus sekarang," ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta.


Tutup 21 Tempat Wisata

Tak hanya mengumumka peta sebaran kasus corona, Pemerintah DKI Jakarta juga akan menutup semua tempat wisata di Jakarta mulai Sabtu (14/3/2020). 

Penutupan ini akan dilakukan selama dua pekan ke depan dalam rangka pencegahan penyebaran virus corona. 

Selama penutupan akan dilakukan proses pembersihan dengan disinfektan. 

Berikut ini 21 tempat wisata di Jakarta yang tutup. 

Kawasan Kota Tua, Ancol, Dufan, Atlantis, Gelanggang Samudera, Seaworld, Kebun Binatang Ragunan, Kawasan Monumen Nasional (Monas), Anjungan DKI di Taman Mini Indonesia Indah, PBB, Setu Babakan, Planetarium, Taman Ismail Marzuki, Museum Bahari, Rumah Si Pitung, Taman Arkeologi, Onrust Museum Sejarah Jakarta, Museum Prasasti, Museum MH Thamrin, Museum Seni Rupa dan Keramik, Museum Tekstil, Museum Wayang, Museum Joang 45.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan menetapkan penutupan ini untuk meminimalkan kegiatan warga di tempat keramaian untuk mencegah penyebaran virus corona. 

Selama periode penutupan, akan diadakan pembersihan dengan disinfektan. 

“Semua destinasi wisata dan tempat hiburan milik Pemprov DKI Jakarta akan ditutup selama dua minggu ke depan,” ujar Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (13/3/2020).(R03)

Terkini